NOVEMBER KETIGA

NOTE :

Jika ingin membaca dari awal klik di sini

Jika ingin membaca sambil dengerin lagu silahkan klik di sini



 November Ketiga

Bulan lalu adalah November ketiga yang kubenci. Entah mengapa bulan itu selalu memberikanku sebuah kepahitan. Peristiwa berengsek merangsek di malam kelam, aku memeram dan mencengeram. Paginya kuterbangun dan mengharap kejadian semalam hanyalah sebuah mimpi belaka. Namun, setelah aku mengecek ponsel, kubaca pesan percakapan yang seharusnya tak kubaca. Lalu, aku sadar bahwa peristiwa semalam adalah sebuah kenyataan pahit yang merasa tak berdosa. Sebuah peristiwa yang menyebabkan rindu yang kupendam bertahun, tidak akan pernah bisa dibalas tuntas.

Pandangan mengabur, panas sekaligus dingin, jantung berdetak kencang, mulut mendecak. Aku berteriak “Bangsat” dalam riak emosi yang lepas kendali. Aku memaki. Sumpah serapah sampai sampah-sampah kulayangkan tanpa arah, seketika kamar pun bagai kapal pecah,  cermin di tembok juga ikut recah. Hilang, Kosong. Kunyalakan rokok yang teronggok, kuhisap dalam-mengeluarkanya pelan. Kukira akan membuatku lebih tenang. Namun, sebaliknya membuatku semakin sesak dengan pahit yang kukenang.

Air di pelupuk mata kuseka, rindu yang menggunung begitu menyiksa. Kuminum segelas air yang asin dirasa. Kubanting gelas, berserakan beling-beling tajam. Aku meringkuk seperti udang di mangkuk, kumenatap beling-beling itu dan muncul bisikan “lakukanlah.” Aku yang luluh-lantah tak sanggup membantah.

 




NOTE :

Cerita selanjutnya klik di sini

 

Komentar

Postingan Populer