CERITA SAJA
Note:
Jika ingin membaca dari awal silahkan klik di sini
jika ingin membaca sambil dengerin lagu silahkan klik di sini
Hidup kadang lucu yah? Contohnya ketika aku mengira bahwa dia adalah rumah,
namun ternyata sebatas tempat singgah. Rumus mengira gak seefektif itu yah, dalam
perihal cinta. Daripada dalam hal ujian tulis. Kini aku benar-benar sendiri,
bertahan dari semua ujian yang datang pada diri, entah itu berbentuk derita
ataupun bahagia. Kepingan-kepingan hati yang berserakan, aku juga harus
membereskannya mandiri.
Benar juga kata filsuf Stoa itu “Jangan meletakkan kebahagiaan pada hal yang diluar kendli kita.” Bodohnya aku, walau sudah tahu tetap saja melaanggarnya hingga aku harus
menerima akibatnya. Kamu pernah begitu juga? Kalau belum pernah jangan yah.
Eh iya, kini aku hanya ingin bercerita saja. Gak akan bermain diksi seperti
biasanya. Gak papa yah?
Kata pusakata dalam lagunya Di Atas Meja juga ada betulnya “Mengapa takut
pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta?” Satu lagi kata filsuf Stoa
kurang lebih begini “Kita tidak akan pernah merasa sakit jika kita sendiri
tidak mengizinkannya masuk.” Yaa gitu deh pokoknya. Tapi ya memang gak mudah
untuk menjalaninya. Namun, tak salah jika kita berusaha menjalaninya walau
harus susah payah.
Kontemplasi atas sesuatu yang pernah terjadi, atas rindu yang tak akan
pernah bisa dibalas tuntas, tentang semua tangis, atau sekedar alasan uang
begitu cepat habis. Memang kadang tidak akan terasa langsung, tapi setidaknya itu
adalah salah satu usaha kita agar hidup tidak berakhir teragis.
Eh, gak kerasa yah sudah bulan Desember saja? Tiggal beberapa hari lagi kita
menuju tahun 2023. Hmmm, BTW udah dapat apa saja di tahun ini? Kalo gak dapat
apa-apa, goblok sih namanya. Hehehe.
Oh-ya mari berkontemplasi sejenak, tapi hati-hati malah jadi overthinking.
Beda tau kontemplasi dan overthinking itu. Di mana bedanya? Silahkan
cari sendiri.
Semangat yah buat kita. Love You semuanya.


Komentar
Posting Komentar