Sebermula
Sebermula
Kita dipertemukan Tuhan
di sebuah tempat yang tidak pernah kita sangka-sangka. Kehadiranmu membuatku
amat bahagia. Aku yang saat itu terlalu pengecut mengutus temanku untuk
mengenalkanku padamu. Sejak saat itu kita saling kenal dan aku memang semua itu
adalah awal dari sebuah kebahagiaan kita. Namun yang kuterima sebaliknya,
setelah tidak bersamamu semua itu berubah menjadi awal dari sebuah penderitaan
yang amat nyata bagiku. Kamu yang pergi dengan alasan yang tak masuk akal,
membuatku semakin menyesal.
Segala kisah itu berawal saat
kita duduk di bangku sekolah, sungguh menyenangkan. Dulu semua berjalan
begitu saja. Aku tidak pernah menyangka hati ini akan memilihmu untuk tempat pulang, entah aku juga tidak mengerti perihal rasa ini. Tiba-tiba datang begitu
saja tanpa aku undang. Bukumu yang kupinjam hanyalah sebuah alasan untuk
menghapus rindu yang kini tak terbalaskan, atau aku yang mengintipmu dari jendela kelasku hanya
untuk memastikan kamu baik-baik saja. Konyol memang, namun aku menyukai itu.
Adu argumen denganmu juga aku sukai, seru rasanya bisa berdebat denganmu.
Walaupun aku yang selalu kalah.
Aku kira cinta yang
kurasa hanyalah cinta monyet belaka. Ah, tapi mengapa sampai saat ini rasa itu
masih ada? Apakah ini memang cinta yang sebenarnya? Kalimat - kalimat semacam itu
masih menghantuiku setiap aku sendiri dalam keheningan. Lalu menangis
sendirian.
Ini semua hanya permulaaan
dari sebuah kehidupan, kesakitan - kesakitan yang lain sedang menunggu di depan.
Kita hanya bisa untuk mempersiapkan diri supaya tidak merasa sakit ketika semua
itu datang. Hidup ini harus seimbang, bersahabatlah dengan kesakitan.
Kesengsaraan.
Awal
yang begitu indah untuk sebuah
kisah yang tak kusangka akan berakhir dan musnah
Note:
Untuk cerita selanjutnya silahkan klik di sini

Baper di awal����
BalasHapusHihihi, maap 😂
Hapus