Hanya Nafsu Belaka

Hanya Nafsu Belaka

 

Pernah kumenaruh perhatian pada wanita selain kamu di luar sana. Mereka itu seperti senja, indahnya hanya sementara dan berganti setiap waktunya. Kuyakin itu hanya sekedar nafsu belaka, bukan sebenar-benarnya cinta. Cinta bukan hanya sekedar melihat lalu suka, cinta lebih dari itu semua. Tentang rasa ini, namamu masih terpatri dalam hati. Puisi-puisi bisu yang kutulis dalam sebuah buku, semua itu tentangmu. Tiada selain kamu yang bisa menginspirasiku membuat sajak-sajak seindah itu. mernagkai kata hingga menciptakan sebuah makna.

 

Setelah tidak bersamamu, banyak suka duka yang kujalani sendiri. Ingin sekali aku bercerita padamu sekali lagi. Namun semua itu akan percuma, kau tetap tidak akan peduli. Itu balasan yang kuterima atas segala usaha mencintaimu setelah ragamu tiada. Setiap Berdoa dalam lara, selalu kuselipkan sebuah nama yang pernah ada dan membuatku bahagia. Ada satu yang membuatku tetap mendambamu, kamu itu unik dan hanya ada satu.

 

Kamu yang memberikan rasa sekaligus memusnahkan rasa. Mengapa kamu lakukan itu semua? Untuk sebuah usaha pendewasaan? Jika memang itu tujuannya, terlalu berat bagiku untuk menanggungnya. Kurasa Tuhan juga tidak akan tega memberikan ujian seberat itu, tapi mengapa kamu memberikannya padaku? Oh ya, suka - suka kamu. Karena kamu tahu aku mencintaimu dan tak akan membalasnya, apapun kesakitan yang kau berikan padaku.

 

Aku bodoh memang, mencintai orang yang pada akhirnya akan memberikan kesakitan yang tak akan pernah teredam. Salahku mencintaimu..

 

Semua yang terlalu itu tidak baik,

mencinta salah satunya.

Terlalu mencinta kan menghasilkan

terlalu menyiksa saat sesuatu itu tiada.

 



Note:

Untuk cerita selanjutnya silahkan klik di sini 


Komentar

Postingan Populer